Uji Kompetensi
Uji Kompetensi
Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make Almatrooshi et al. (2016) menyatakan bahwa potensi kesuksesan organisasi bergantung pada tingkat performa organisasi itu sendiri. Salah satu tolok ukur untuk menilai hal tersebut dapat dilihat dari kualitas sumber daya manusia (SDM) di dalam organisasi. Kualitas SDM dalam organisasi menjadi hal yang penting karena berkontribusi dalam menentukan keberhasilan pencapaian sasaran dan tujuan organisasi. Oleh karena itu, investasi peningkatan kualitas SDM dapat dijadikan sebagai sebuah solusi agar organisasi mampu menciptakan SDM berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Investasi peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan dengan cara menciptakan atau mengembangkan kemampuan dan kapabilitas SDM itu sendiri. Salah satu cara yang dapat dilakukan di antaranya adalah mengikuti program pelatihan bersertifikat resmi (tidak terbatas pada bentuk pengakuan lainnya) atau yang dikenal dengan program pelatihan bersertifikasi. Dalam hal ini, sertifikat adalah bentuk pengakuan atas satu set kemampuan tertentu. Sertifikat yang dikeluarkan oleh badan atau lembaga sertifikasi harus mengacu pada aturan yang berlaku dan sah secara hukum.

Secara umum, sertifikasi terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya sertifikasi kompetensi dan sertifikasi profesi. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: “Apakah sertifikasi kompetensi dan sertifikasi profesi adalah hal yang sama?”, “Apa salah satu dari sertifikasi tersebut lebih baik?”. Penulis mencoba menjawab dua pertanyaan tersebut berdasarkan literatur dan diskusi dengan praktisi di bidang terkait.a type specimen book.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *