Peringatan Hari Isra dan Miraj @SMKN 1 Kab. Tangerang


Isra dan Miraj adalah sebuah perjalanan spiritual yang luar biasa bagi Nabi Muhammad S.A.W. Perjalanan ini ibarat perjalanan keilmuan dan penempaan mental bagi para nabi dalam kehidupan saat ini bersama dengan bermacam-macam Jenis manusia saat berdakwah.

Untuk itu secara khusus Allah SWT memberikan waktu bagi Nabi Muhammad SAW untuk berkenalan dengan macam-macam manusia yang akan beliau temui dalam bentuk berdakwah.

Syekh Najmudin Al-Ghaithi dalam kitab Dardir Miraj-nya menuturkan kisah-kisah nabi bercampur dengan orang yang bermacam-macam. Saat sedang roh sedang melakukan perjalanan dari Makkah ke Baitul Maqdis. Nabi SAW pernah kaget melihat pemandangan yang begitu nyata dan jelas di pelupuk gelap.

Berikut golongan-golongan nabi yang disaksikan dan ditemui saat Isra dan Miraj.

1. Orang-orang yang gemar bersedekah

Nabi melihat golongan ini sering memanen tanaman yang baru ia tanam. Setelah dipanen, tanaman tersebut tumbuh kembali. Begitupun muka hasil dari mereka melimpah ruah. Mereka adalah orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Allah akan mengganti semua hal yang diinfakkan di jalan-Nya.

2. Orang-orang yang senantiasa berpegang teguh pada agama Allah

Saat itu nabi mencium bau harum. Ternyata kompilasi ditanyakan kepada Jibril, bau harum yang berasal dari keluarga besar Masyitah yang dihidupkan oleh Fir'aun karena tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan.

3. Pemalas mengerjakan shalat fardhu

Saat itu Nabi melihat kumpulan orang yang merusak pecah. Setelah kepala mereka pecah, kepala tersebut utuh kembali. Setelah itu, kepala mereka kembali. Kemudian utuh seperti semula dan pecah lagi. Kejadian itu berlangsung berkali-kali. Nabi begitu iba melihatnya. Nabi lalu minta ikhwal itu kepada Jibril yang mendampinginya. Jibril dengan jelas mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang melakukan tugas berat untuk melaksanakan shalat fardhu Wisma urung menunaikannya. Itulah siksaan yang akan Diperoleh oleh orang-orang yang malas melaksanakan tugas shalat fardhu di hari pembalasan nanti.

4. Orang-orang yang enggan bersedekah

Setelah itu Nabi SAW menyaksikan beberapa orang yang mengisi pohon dhari '(pohon kering dan berduri), zaqqum (tumbuhan yang terasa pahit) dan batu yang panas. Ketika ditanyakan kepada Jibril, orang-orang ini adalah orang yang tidak mau bersedekah.

5. Pezina yang lebih memilih wanita yang lain di luar.

Orang-orang yang menggeluti daging empuk dan daging busuk. Namun orang-orang itu memilih sarapan daging busuk dari pada daging empuk yang dibawanya. Orang-orang ini, menurut Jibril, adalah orang yang lebih mudah bergaul dengan perempuan yang lain padahal istri yang sah.

6. Para perampok atau pembegal

Nabi SAW melihat golongan ini seperti kayu yang berada di tengah jalan. Saat ada orang yang melewati jalan tersebut, orang itu terbakar karena kayu itu.

7. Pemakan harta riba

Nabi SAW menyaksikan perumpamaan golongan ini seperti orang yang berenang di sungai yang penuh darah.

8. Rakus jabatan

saat itu Nabi SAW melihat golongan orang yang memikul kayu bakar di pundaknya. Orang-orang yang termasuk golongan ini masih terus menambah kayu bakar yang dipikulnya sekalipun mereka tidak kuat memikulnya.

9. Para dai yang tidak mengamalkan ucapannya

Para dai hal yang sama dengan orang yang lidah dan mulut mereka dipotong dengan menggunakan gunting besi. Setelah dipotong, mulut dan lidah mereka tumbuh seperti semula dan memotong lagi. Kejadian itu selalu berulang. Ini adalah perumpamaan bagi para dai yang hanya mampu menghasilkan ceramah dan berorasi namun tidak mampu mengamalkan ceramahnya untuk diri sendiri.

10. Para pengumpat

Saat itu Nabi SAW melihat golongan orang yang berkuku panjang dan terbuat dari tembaga. Mereka mencakar-cakar Memenuhi mereka dengan kuku tersebut. Menurut Jibril, mereka adalah orang-orang yang mengumpat orang lain, namun mereka melakukan itu.

11. Provokator

Saat itu Nabi SAW melihat sebuah lubang kecil. Tiba-tiba tiba-tiba mengeluarkan sapi yang besar dari lubang tersebut. Sapi itu tidak bisa masuk ke lubang itu karena terlalu besar. Menurut Jibril, hal itu adalah perumpamaan bagi orang-orang Nabi Muhammad yang melakukan provokasi yang menimbulkan masalah yang besar. Saat tersadar akan ulahnya, ia tidak mampu menyelesaikan masalah besar tersebut.

Foto Kegiatan Peringatan Hari Isra dan Miraj @SMKN 1 Kab. Tangerang



Top